Setiap muslim tentu memahami bahwa Tanah Suci adalah tempat paling istimewa untuk memanjatkan doa. Di sana, terdapat tempat-tempat khusus yang Allah jadikan sebagai lokasi mustajab, yaitu tempat di mana doa lebih cepat dikabulkan, sebagaimana yang banyak ulama dan riwayat sahih sebutkan.
Oleh karena itu, sebelum kamu berangkat umroh, sebaiknya kamu sudah menyiapkan doa-doa apa saja yang akan kamu baca di setiap tempat mustajab tersebut. Selain agar lebih khusyuk, persiapan ini juga membantumu memaksimalkan momen berharga yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.
Berikut 10 Doa Mustajab yang Wajib Dibaca Saat Umroh.
1. Doa Talbiyah, Dibaca Sejak Berniat Ihram
Pertama-tama, kamu membaca doa talbiyah segera setelah berniat ihram dan terus mengulanginya hingga tiba di Mekkah. Doa ini menjadi simbol penyerahan total seorang hamba kepada panggilan Allah.
Arab: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Latin: Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika lak.
Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku datang. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”
2. Doa Saat Melihat Ka’bah untuk Pertama Kali
Selanjutnya, saat kamu pertama kali memandang Ka’bah, momen tersebut menjadi salah satu waktu paling mustajab dalam hidupmu. Banyak ulama menyebutkan bahwa doa pada saat ini sangat besar peluangnya untuk dikabulkan.
Doa yang dianjurkan:
اَللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا
Latin: Allahumma zid haadzal baita tasyriifan wa ta’zhiman wa takriiman wa mahaabatan, wa zid man syarrafahu wa karramahu mim man hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wa takriiman wa ta’zhiman wa birran.
Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada rumah ini. Dan tambahkanlah pula kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan kepada orang yang memuliakannya, baik yang berhaji maupun berumroh.”
Tips: Setelah membaca doa ini, segera lanjutkan dengan doa-doa pribadi karena momen ini sangat singkat dan tidak akan terulang.
3. Doa di Hajar Aswad, Saat Memulai Tawaf
Selanjutnya, kamu membaca doa khusus saat menyentuh atau mencium Hajar Aswad — atau jika tidak memungkinkan, cukup memberi isyarat dengan tangan kanan.
Arab: بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Bismillaahi wallaahu akbar.
Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”
Selain itu, kamu juga membaca doa ini setiap kali memulai putaran tawaf yang baru. Karena itu, hafalkan dengan baik agar kamu tidak terganggu oleh pencarian teks di tengah ibadah.
4. Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Kemudian, di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, terdapat satu doa yang sangat masyhur dan dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Doa ini sebaiknya kamu baca setiap putaran tawaf.
Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
5. Doa di Multazam, Tempat Paling Mustajab di Bumi
Sementara itu, Multazam adalah area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini terkenal sebagai salah satu lokasi paling mustajab untuk berdoa. Jika kamu berkesempatan mendekati area ini, manfaatkan momen tersebut untuk memanjatkan doa-doa pribadi.
Doa yang dianjurkan:
اَللَّهُمَّ يَا رَبَّ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ أَعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَوْلَادِنَا مِنَ النَّارِ
Latin: Allahumma yaa rabbal baitil ‘atiiq, a’tiq riqaabanaa wa riqaaba aabaa-inaa wa ummahaatinaa wa ikhwaaninaa wa awlaadinaa minan naar.
Artinya: “Ya Allah, wahai Tuhan Pemilik Baitul Atiq ini, bebaskanlah leher kami, leher ayah ibu kami, saudara-saudara kami, dan anak-anak kami dari api neraka.”
Setelah itu, lanjutkan dengan doa-doa pribadi — sebutkan nama orang tua, suami/istri, anak, dan saudara satu per satu dengan kebutuhan spesifik mereka.
6. Doa di Maqam Ibrahim
Setelah menyelesaikan tawaf, kamu menuju Maqam Ibrahim untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Pada rakaat pertama, bacalah surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah, dan pada rakaat kedua bacalah surat Al-Ikhlas.
Setelah salam, panjatkan doa ini:
Arab: رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim.
Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)
7. Doa Saat Minum Air Zamzam
Selanjutnya, sebelum kamu meneguk air Zamzam, bacalah doa berikut dengan penuh keyakinan. Sebab Rasulullah ﷺ bersabda bahwa air Zamzam memiliki manfaat sesuai dengan niat orang yang meminumnya.
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
Latin: Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wa syifaa-an min kulli daa-in.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.”
Tips praktis: Niatkan secara spesifik sebelum minum — apakah kamu ingin kesehatan, ilmu, rezeki, atau hajat lainnya. Kemudian minumlah sambil menghadap kiblat dalam tiga tegukan.
8. Doa di Bukit Shafa dan Marwa
Kemudian, saat kamu memulai sa’i di Bukit Shafa, hadaplah ke arah Ka’bah dan angkatlah kedua tangan untuk berdoa. Lakukan hal yang sama saat tiba di Bukit Marwa.
Arab: اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Setelah itu, lanjutkan dengan doa-doa pribadi karena momen di Bukit Shafa dan Marwa juga termasuk waktu mustajab.
9. Doa di Raudhah, Taman Surga di Masjid Nabawi
Selanjutnya, ketika kamu berkesempatan masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi — area yang Rasulullah ﷺ sebut sebagai “salah satu taman dari taman-taman surga” — manfaatkan momen ini dengan maksimal.
Setelah shalat sunnah dua rakaat, panjatkan doa-doa pribadi dengan khusyuk. Selain itu, kamu juga dianjurkan membaca:
Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: Allahumma shalli ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim, wa ‘alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidum majiid.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
10. Doa Saat Berziarah ke Makam Rasulullah ﷺ
Akhirnya, saat kamu berdiri di hadapan makam Rasulullah ﷺ, ucapkanlah salam dengan penuh adab. Tunjukkan rasa hormat dan cintamu kepada Nabi yang menjadi sebab kamu mengenal Islam.
Arab: اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ اللَّهِ
Latin: Assalaamu ‘alaika yaa Rasuulallaah, assalaamu ‘alaika yaa Nabiyyallaah, assalaamu ‘alaika yaa Habiibollaah.
Artinya: “Salam atasmu wahai Rasulullah, salam atasmu wahai Nabi Allah, salam atasmu wahai Kekasih Allah.”
Setelah itu, geserlah sedikit ke kanan untuk mengucapkan salam kepada Abu Bakar As-Siddiq RA dan Umar bin Khattab RA yang juga dimakamkan di sampingnya.
Tips Tambahan agar Doamu Lebih Mustajab
Selain menghafal doa-doa di atas, ada beberapa hal yang membuat doamu lebih dekat dengan ijabah:
Pertama, datanglah dalam keadaan suci — baik secara wudhu maupun secara hati. Karena itu, perbanyak istighfar sebelum berangkat.
Kedua, niatkan setiap doa dengan spesifik. Hindari doa yang terlalu umum seperti “semoga sehat”, sebut detailnya: kesehatan apa, untuk siapa, dan mengapa kamu memintanya.
Ketiga, awali dan akhiri dengan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Para ulama menyebutkan bahwa doa yang diawali shalawat tidak akan tertolak.
Keempat, doakan orang lain terlebih dahulu sebelum dirimu sendiri. Sebab Rasulullah ﷺ bersabda bahwa doa untuk saudara di belakang punggungnya pasti diaminkan oleh malaikat.
Kelima, jangan terburu-buru. Berikan jeda di setiap doa, hayati maknanya, dan rasakan kehadiran Allah yang sedang mendengarmu.
